"Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah yang terletak di kawasan pantai barat Provinsi Sumatera Utara menghadap Samudera Hindia, hujan dan badai sejak hari Minggu malam (23/11/2025) yang mengakibatkan banjir, banjir bandang dan tanah longsor di berbagai titik lokasi Kabupaten Tapanuli Tengah," ungkap Masinton Pasaribu ketika dikonfirmasi, Selasa (25/11/2025).
Baca: Jambi24jam.com&Sumatera24jam.com
Masinton Pasaribu menyebut longsor yang terjadi di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis menimbun sejumlah rumah dan empat orang meninggal dunia. "Longsor dan banjir serta banjir bandang di berbagai lokasi mengakibatkan ribuan rumah terendam," ujar politisi PDIP ini.
Masinton memastikan warga terdampak telah dievakuasi ke titik aman. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dibantu Basarnas, TNI dan Polri sedang melakukan evakuasi warga ke titik aman. "Serta menyiapkan bantuan logistik, dapur umum dan layanan kesehatan di lokasi evakuasi warga," jelasnya.
Info dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang melanda kawasan pantai barat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selama bulan November hingga bulan Desember 2025.
Sementara itu Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Utara mencatat 1.902 keluarga terdampak bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Laporan Pusdalops PB Sumut yang diterima di Medan, Senin (24/11/2025), menyebutkan banjir diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada 17 hingga 22 November 2025. Pusdalops PB Sumut mencatat 1.902 keluarga yang tersebar di 7 (tujuh) Kecamatan terdampak banjir tersebut.
Di Kecamatan Kolang tercatat 1.261 keluarga yang tersebar di 2 (dua) Desa terdampak bencana banjir tersebut. Kemudian Kecamatan Sarudik sebanyak 338 keluarga di 2 (dua) Kelurahan dan Kecamatan Pandan 150 keluarga.
Selanjutnya, Kecamatan Lumut 78 keluarga, Kecamatan Barus 65 keluarga, dan Kecamatan Tukka 10 keluarga. "Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 8 (delapan) Kelurahan dan 5 (lima) Desa di wilayah itu terdampak banjir," ujarnya.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Provinsi Sumatera Utara Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan bahwa data tersebut sifatnya sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut atas kejadian bencana banjir.







0 Komentar