Untuk hutan adat, rekan-rekan Pemuda Katolik dapat berperan dalam mendorong terbitnya perda-perda tersebut. Dia juga menyinggung inisiatif penting yang mengemuka dari pertemuan COP30 di Brasil yang dihadirinya beberapa waktu lalu. Salah satunya, yaitu Tropical Forests Forever Facility (TFFF), sebuah skema pendanaan yang dirancang untuk mendukung negara dan komunitas pemilik hutan tropis.
Baca: Jambi24jam.com&Sumatera24jam.com
Dia menjelaskan selama ini masih terdapat kesenjangan besar dalam akses pendanaan bagi pengelolaan hutan. Melalui TFFF, diharapkan muncul mekanisme penggalangan dana yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Pemuda Katolik tentu bisa mengambil bagian dalam inisiatif ini,” ujar Raja Juli.
Menhut pun mengapresiasi forum tersebut sebagai ajang konsolidasi organisasi yang penting bagi arah gerakan Pemuda Katolik ke depan. "Kehadiran Pemuda Katolik tidak hanya berkutat pada urusan "bintang lima," tetapi juga turun langsung menangani persoalan “kaki lima” yang dihadapi masyarakat," tutur Raja Juli.
Dengan begitu, sambung dia, Pemuda Katolik dapat tampil sebagai public religion, komunitas religius yang hadir di tengah kehidupan publik dan ikut menggenapkan kebahagiaan masyarakat. "Saya berharap Pemuda Katolik terus mengerjakan program-program yang setia terhadap gereja dan negara,” ungkap Raja Juli.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Gusma menyambut baik arahan Menteri Kehutanan. Ia menilai gagasan tersebut relevan dan dapat menjadi bagian dari pembahasan strategis dalam Rapimnas pertama itu.
“Kita akan melakukan monitoring dan evaluasi program, rekonsiliasi komitmen, dan mendorong konsolidasi partisipasi teman-teman di daerah,” tutur Stefanus.
Pengurus Pusat Pemuda Katolik menggelar Rapimnas I tahun 2025 di Depok, Jawa Barat, pada 21-23 November 2025 dengan kehadiran pengurus dari 37 Komda seluruh Indonesia.
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun ini mengusung tema, “Partisipasi dan Kolaborasi Pemuda Katolik dalam Mendorong Akselerasi Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.”
Rapimnas I 2025 juga menjadi ruang sinergi nasional bagi para imam moderator Pemuda Katolik dari seluruh Indonesia untuk memperkuat koordinasi pastoral dan kaderisasi organisasi. (MH/J24/S24/Fendi Sinabutar).



0 Komentar