Hal ini disampaikan Ephorus HKBP pasca Pemerintah mengumumkan mencabut izin PT TPL bersama 27 perusahaan lainnya yang dinilai melakukan pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan.
Adapun Surat Ephorus tersebut berisikan: Pesan Pastoral Tanggung Jawab Iman Bagi Pekerja dan Seluruh Pihak Yang Menggantungkan Hidup Pada PT Toba Pulp Lestari (TPL).
“Saudara-saudara yang bekerja dan menggantungkan penghidupan pada PT Toba Pulp Lestari Tbk, sebagai Ephorus HKBP saya menyampaikan Surat Pastoral ini dengan kasih, empati, dan tanggung jawab iman, HKBP menyadari bahwa persoalan lingkungan hidup dan keberlanjutan ekonomi keluarga pergumulan nyata yang saling berkaitan. Oleh karena itu sikap gereja harus senantiasa berkara pada kasis Kristus, keadilan Allah, dan keberpihakan pada lingkungan,” kata Ephorus melalui akun media sosial Facebooknya dilansir, Rabu (21/1/2026).
Baca: Jambi24jam.com&Sumatera24jam.com
Mantan Sekjen HKBP ini menegaskan, berkomitmen untuk terus mendoakan, mendampingi dan memperjuangkan hak-hak pekerja PT TPL. HKBP mendesak dan turut berjuang agar perusahaan dan pemerintah menjamin pemenuhan seluruh hak normatif seluruh pekerja secara adil bermartabat sesudah penutupan PT TPL,” ujarnya.
Ephorus juga menekankan agar lahan konsesi dikonversi dengan bijaksana menjadi hutan lindung, tanah dan hutan adat, lahan pertanian hutan produktif, dan holtikultura, sebagian diberikan kepada para pekerja terdampak demi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dengan pengaturan yang jelas.
“Marilah kita mendoakan dan menopang dengan hati yang tulus saudara-saudari kita yang terdampak oleh terhentinya sumber penghidupan akibat penutupan PT TPL. Termasuk mereka yang selama ini melontarkan hujatan, sebab mereka pun tetap saudara kita. Inilah saatnya kita merajut kembali persatuan, saling merangkul dalam kasih, dan tidak membiarkan diri dipecah belah oleh kepentingan para perusak lingkungan,” kata Ephorus.
“Kiranya kita mampu menjalani masa ini dengan Iman yang teguh, berdialog dalam terang Firman Tuhan. Biarlah gereja sungguh menjadi saksi harapan, keadilan, dan pemulihan di tengah dunia,” pungkas Ephorus HKBP mengakhiri. (MH/J24/S24/Fendi Sinabutar).



0 Komentar