Latar belakang akademiknya tersebut turut membentuk kemampuannya dalam merangkai lirik lagu-lagu yang enak untuk didengar dan sarat dengan doa dan makna. Lagu-lagu ciptaannya diminati pertelinga musik Batak tua muda.
Sejak kecil, Osen Hutasoit telah memiliki bakat dalam bernyanyi, meskipun tidak berasal dari keluarga dengan latar belakang seni, khususnya musik. Pada tahun 2010, ia pernah mengikuti audisi ajang pencarian bakat Indonesian Idol di Kota Medan. Namun, ia belum berhasil melaju ke tahap selanjutnya. Kegagalan tersebut tidak membuatnya patah semangat untuk terus berkarya di dunia musik.
Dalam perjalanan kariernya, Osen Hutasoit sempat menghadapi kendala ekonomi yang membuatnya belum mampu merekam karya ciptaannya sendiri. Ia kemudian mencoba menawarkan lagu-lagunya ke beberapa label musik di Medan, tetapi mengalami penolakan.
Hal tersebut pernah diungkapkan dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Gorga. Meski demikian, ia tetap konsisten menciptakan lagu dan berusaha memperkenalkan karyanya kepada publik.
Seiring berkembangnya platform digital, Osen Hutasoit mulai dikenal luas sebagai salah satu penyanyi lagu Batak yang populer, terutama di YouTube dan Spotify. Sejumlah lagunya berhasil meraih jutaan pendengar dan penonton.
Lagu, “Tarpaima” menjadi karya paling populer dengan sekitar 21 juta penonton di YouTube dan 26 juta stream di Spotify. Selain itu, lagu, “Hujou Goarmi” juga mencatat sekitar 16 juta penonton di YouTube dan lebih dari 12 juta stream di Spotify, sementara lagu, “Hansit Do Gabe Au” memperoleh sekitar 12 juta penonton di YouTube dan lebih dari 11 juta stream di Spotify.
Popularitas lagu-lagu tersebut menunjukkan bahwa karya Osen Hutasoit memiliki daya tarik yang kuat dan mampu diterima luas oleh pecinta musik Batak. Dengan konsistensi dan semangat yang dimilikinya, Osen Hutasoit terus berkembang sebagai salah satu musisi daerah yang berkontribusi dalam melestarikan dan mempopulerkan musik Batak di era digital.
Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) ini pun mengkhiri masa lajangnya dengan mempersunting pujaan hatinya Yusmilah L Manurung yang juga seorang perawat dan pemberkatan nikah dilaksanakan di HKBP Pandiangan, Senin (8/1/2024).
Sementara pagelaran adat istadat budaya Batak digelar dikampung halaman Osen Hutasoit yaitu di Dusun Hutasoit Pandiangan Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.
Adapun lagu-lagu Osen Hutasoit yang telah populer dikalangan masyarakat Indonesia, khususnya masayarakat Batak adalah: Tarpaima, Ganjang Ma Umur Mi, Saonari Sogot Haduan, Buni Ate-Ate, Dung Sega Ho, Hu Juo Gormi, Sada Baen Roham, Sada Dua Tolu, Hansit Do Gabe Au. (MH/J24/S24/Fendi Sinabutar).





0 Komentar