Menurut Purbaya, Robert memiliki latar belakang akademik dan karier yang kuat untuk melaksanakan tugas sebagai Sekjen Kemenkeu. Lebih lanjut, sebelum menduduki posisi sebagai staf ahli BKPM, Robert juga memiliki pengalaman dan jabatan strategis di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Menutup seremoni pelantikan tersebut, Purbaya memberikan pesan kepada seluruh jajarannya bahwa keberhasilan Kemenkeu bertumpu pada solidaritas. Organisasi ini akan kuat apabila kita bergerak bersama dengan arah, ritme, dan nilai yang selaras.
Jika terdapat hal yang belum tepat, harus segera diperbaiki. Kita perlu berani dan konsisten. Dengan konsistensi, hasil akan terlihat. Oleh karena itu, kita harus terus membenahi dan merapikan organisasi agar dampaknya terhadap perekonomian semakin signifikan,” tutup Purbaya.
Profil singkat Robert Leonard Marbun, MPA, Ph.D
Robert Leonard Marbun lahir di Medan pada 23 Juni 1970. Dia mendapatkan gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Bandung. Kemudian melanjutkan pendidikan Master of Policy Analysis (MPA) di Saitama University, Jepang pada 2000. Terakhir, menyelesaikan Doctor of Philosophy in Economics di Kobe University, Jepang, pada 2004.
Robert pernah menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai Kementerian Keuangan pada Juni 2011.
Kemudian, pada Oktober 2012, menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi. Selanjutnya, sejak April 2015 menjabat sebagai Direktur Kepabeanan Internasional hingga pada April 2016 diangkat menjadi Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga.
Pada 17 Juli 2018, Robert dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kementerian Keuangan. Tak hanya itu, Robert Leonard Marbun juga sempat menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (MH/J24/S24/Fendi Sinabutar).




0 Komentar