Menyala Pesta Adat Batak Riahman Sinabutar Dengan Isabella Boru Sijabat Di Muara Tembesi


Muara Tembesi, MH - "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu, karena itu apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. (Mateus 19:6).

Firman Tuhan yang di atas menjadi awal kebersamaan untuk merajut sebuah mahligai rumah tangga, antara Riahman Sinabutar dengan   Isabella Br Sijabat.

Mereka berkeyakinan kalau membangun masa depan berdua dalam ikatan kasih yang abadi dan suci, itu terjadi semua karena Anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan penuh keyakinan dan kesepakatan bersama, mereka berdua pun membangun sebuah mahligai rumah tangga dalam ikatan perjanjian pernikahan dan akan menjaga kesakralan pernikahan dengan menyandarkan hidup pada ajaran Tuhan Yesus Kristus. Merekapun mengucapkan terimah kasih kepada Tuhan yang telah membuat segala sesuatu, “Indah Pada Waktunya."

Peneguhan dan Pemberkatan Perkawinan

Mempelai pria Riahman Sinabutar merupakan putra  dari Op Asri Sinabutar dan Op Boru br Sidabutar dari Muara Tembesi Kabupaten Baranghari Provinsi Jambi Sedangkan mempelai wanita Isabella Br Sijabat merupakan putri dari M Sijabat dan Boru Ujung (+)/Br Sihite dari Lae Rias Sumbul Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.

Tata Perayaan Sabda Perkawinan kedua mempelai:

1. Ritus Pembuka

2. penyambutan mempelai

3. Kara pembuka

4. Doa Pembuka

5. Liturgi Sabda

6. Perayaan Perkawinan

7. Kesepakatan Perkawinan

8. Penerimaan Kesepakatan Perkawinan

9. Berkat Untuk Mempelai

10. Berkat dan Penyerahan Kitab Suci, Salib, dan Rosario

11. Penandatangan Surat Perkawinan

12. Doa Umat

13. Do Bapa Kami

14. Ritus Penutup

15. Persembahan Kepada Bunda Maria.

Peneguhan dan Perayaan Sabda Perkawinan ke dua mempelai dilaksanakan di Gereja Katolik St Lukas Muara Tembesi Paroki St Gregorius Agung Jambi pada hari Selasa 5 Mei 2026 yang langsung dipimpin Romo Alexander Jas, untuk bimbingan kerohanian sesuai dengan ajaran dan tata Perayaan Gereja Katolik.

Pesta Unjuk

Setelah mereka berdua mengucapkan janji pernikahan dihadapan ke dua orang tua dan jemaat dilanjutkan dengan pemasangan cincin nikah. Pengantin pria menyematkan cincin tersebut ke jari manis  penganti wanita dan sebaliknya pengantin wanita menyematkan cincin tersebut ke jari manis pengantin pria, cincin ini  melambangkan  cinta kasih dan kesetiaan.

Ketika pengumpulan persembahan diiringi dengan Koor Glorya dengan judul lagu, "Kupersembahkan."

Setelah acara Perayaan Perkawinan ke dua mempelai, menerima ucapan, “Selamat menempuh hidup baru, semoga tetap langgeng, hidup rukun, damai dan Tuhan memberkati” dari semua pelayan Gereja Katolik St Lukas Muara Tembesi.

Terlihat ke dua mempelai diselimuti kebahagiaan setelah mereka resmi mendapatkan janji perkawinan yang telah diteguhkan oleh Tuhan dalam membentuk keluarga baru.

Acara selanjutnya ke dua pengantin didampingi orang tua, keluarga dan hadirin melanjutkan acara Pesta Unjuk sesuai dengan adat Budaya Batak di Puri Gereja Katolik St Lukas Muara Tembesi-Jambi.

Pihak paranak somba (hormat) marhula-hula menyampaikan, “Tudu-tudu Sipanganon” dan pihak parboru dapat mengayomi memberikan “Dengke simudur-udur." Dilanjutkan dengan doa makan bersama oleh pelayan Gereja Katolik St Lukas Muara Tembesi.

Setelah selesai makan bersama dilanjutkan dengan pembagian “Jambar." Dan semuanya dapat jambar sesuai dengan posisinya masing - masing dalam pesta ini.

Ulos Pansamot

Dalam hal inilah peranan “Parsinabung” (Raja Parhata) ke dua belah pihak, untuk mengatur jalannya acara, kelihatan dengan lihainya Raja Parhata ke dua belah pihak memberikan kata-kata umpasa yang pada  intinya tetap bermuara kepada ajaran Tuhan Yesus Kristus. 

Selanjutnya acara pemberian tumpak dari undangan yang datang,  dongan tubu, punguan-punguan dan dari  komunitas kerja. Telihat suasana heboh dan penuh suka cita, menyala pesta adat pernikahan ini. 

Merekapun manortor sembari marjoget bersama yang diiringi Martabe Musik diawali dengan lagu, Raja Silahisabungan dan dilanjutkan dengan lagu-lagu lawas Batak dan hits mereka nyanyikan dengan manis dan apik.

Acara selanjutnya pemberian ulos kepada pihak paranak. Diawali dengan, “Ulos Pansamot”  orang tua pengantin wanita menyematkan ulos kepada orang tua pengantin pria sebagai pertanda untuk memulai partuturon sembari untuk mempererat hubungan kekeluargaan.

Selanjutnya dilakukan prosesi penyerahan “Ulos Hela” yang berlangsung hikmat dan meriah disematkan keada ke dua pengantin berbahagia. Suasana haru dan bahagiapun terlihat ketika ulos disematkan kepada ke dua mempelai, lagu “Borhat Ma Dainang”  berkumandang pertanda melepaskan Isabella dari kepada keluarga besar Sijabat kepada keluarga besar Sinabutar.

Sarung (mandar) pun disematkan sebagai lambang kesiapan Riahman Sinabutar menjadi “Parhobas” di ulaon keluarga Sijabat. Selanjutnya pihak Parboru berturut-turut menyematkan ulos kepada pihak Paranak. 

Pelaksanaan Adat Dalihan Na Tolu dalam Pesta Unjuk ini berjalan secara harmonis, horong ni Hula-hula dan Tulang dari ke dua belah pihak secara bergantian menyematkan ulos kepada ke dua pengantin sebagai, "Ulos Holong."

Acara adat Budaya Batak berjalan  dengan lancar, teratur dan berakhir ketika dibagikan olop-olop dan di tutup dengan doa.

Pemimpin Umum Majalah Holong Online.com, Wartawan Jambi24jam.com dan Sumatera24jam.com Mengucapkan Selamat Menempuh Hidup Baru kepada ke dua mempelai, semoga menjadi keluarga yang hidup rukun dan damai. (MH/J24/S24/Fendi Sinabutar).







































































































0 Komentar