Infrastruktur hijau senilai Rp5,7 miliar ini merupakan buah kerja sama strategis antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Pemerintah Inggris melalui UK Foreign, Commonwealth & Development Office (UK-FCDO) dalam program Low Carbon Development Initiative Phase II (LCDI2) yang dikelola Oxford Policy Management Limited (OPML).
Peresmian PATS dilakukan oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo, yang hadir mewakili Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy.
Turut hadir Kepala Bapperida Sumut Dr. Dikky Anugerah (mewakili Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution), Deputy Development Director FCDO Freddie Brunt (mewakili Dubes Inggris), jajaran direktur Bappenas, serta mantan Bupati Serdang Bedagai yang juga Duta Pertanian Organik, Ir. H. Soekirman.
Dukung Pertanian Hijau di Danau Toba, Pompa Air Tenaga Surya Rp5,7 M Resmi Beroperasi di Samosir
Selama ini, sebanyak 749 petani di Desa Sibonor Ompu Ratus mengandalkan 82 hektar sawah tadah hujan. Akibat distribusi air Danau Toba yang belum merata serta jenis tanah pasir berlempung, petani hanya bisa memanen padi sekali dalam setahun. Padahal, kebutuhan air puncak pada fase pertumbuhan awal padi mencapai 56.989 m³.
Hadirnya fasilitas PATS yang dibangun di atas lahan 570 m² dengan kapasitas maksimum 69,3 kWp menjadi titik balik perekonomian warga desa: Lompatan Hasil Panen: Diproyesikan mendongkrak produksi padi kawasan dari 50 ton menjadi 150 ton per tahun.
Replikasi ke Desa Pakpahan dan Dampak Ekonomi Kawasan Sukses di Desa Sibonor Ompu Ratus, program rendah karbon ini bersiap dilanjutkan ke Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, pada semester II tahun 2026.
Dengan luas sawah 73 hektare yang digarap 903 petani, transisi dari pompa BBM ke sistem energi surya di Desa Pakpahan ditargetkan memangkas emisi hingga 7,34 ton \text{CO}_2\text{eq/tahun} (zero emission) serta meningkatkan hasil panen dari 96 ton menjadi 288 ton per tahun.
Secara kumulatif, keberadaan dua proyek PATS ini diperkirakan bakal menyumbang tambahan pendapatan bagi para petani Samosir hingga lebih dari Rp2 miliar setiap tahunnya.
"Setelah PLTS di Desa Sibonor Ompu Ratus ini rampung, akan langsung dibangun satu unit lagi di Desa Pakpahan. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas program yang sangat membantu petani di Samosir ini," ujar Bupati Samosir, Vandiko Gultom.
Inisiatif ini selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 pada Klaster Kedaulatan Pangan, sekaligus mendukung komitmen Gubernur Sumatera Utara dalam menyelaraskan pembangunan daerah berwawasan lingkungan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.
Deputy Development Director FCDO, Freddie Brunt, menggarisbawahi bahwa program percontohan teknologi rendah karbon ini dirancang untuk menghadirkan dampak ganda: menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial yang nyata bagi warga lokal.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapperida Sumut, Dr. Dikky Anugerah, menegaskan bahwa transisi energi bersih harus berjalan iring-iringan dengan peningkatan taraf hidup masyarakat. Integrasi sektor pertanian berkelanjutan dan pariwisata menjadi kunci utama mewujudkan kesejahteraan di Tanah Samosir. (MH/J24/S24/Fendi Sinabutar).



0 Komentar