Dalam unggahan tersebut, Netty tidak hanya membagikan kabar pengunduran dirinya, tetapi juga menyertakan surat pernyataan tertulis mengenai alasan dan keputusan yang telah diambilnya.
Lulusan SMA Plus 17 Palembang Provinsi Sumatera Selatan ini menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut berlaku terhitung mulai 1 September 2026. Pernyataan itu sekaligus menjadi penjelasan resmi yang dibagikannya kepada publik terkait berakhirnya masa pengabdian sebagai anggota Polri.
Berikut isi lengkap pernyataan AKBP Netty Rosdiana Siagian yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya:
"Dengan ini saya mengajukan permohonan pengunduran diri dari Dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhitung sejak tanggal 01 September 2026."
"Permohonan ini saya ajukan setelah melalui pertimbangan yang matang dan dengan kesadaran serta kemauan saya sendiri."
"Keputusan ini bukan karena adanya paksaan atau tekanan dari pihak mana pun, melainkan atas pertimbangan pribadi dan keadaan yang menurut saya mengharuskan saya untuk mengakhiri masa pengabdian saya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)."
"Selama menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri, saya telah memperoleh banyak pengalaman, pembelajaran, serta kesempatan dalam memberikan pengabdian baik kepada institusi maupun kepada masyarakat."
Selain pernyataan resmi tersebut, Netty juga menuliskan pesan pribadi yang menggambarkan perasaan serta pandangannya setelah memutuskan mengakhiri pengabdian sebagai anggota Polri.
Dalam keterangannya, ia menyinggung mengenai prinsip, harga diri, dan hati nurani yang menurutnya harus tetap dijaga meskipun harus meninggalkan jabatan maupun institusi.
Berikut tulisan lengkap yang dibagikan Netty:
Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani.
Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini.
Seragam bisa ditanggalkan, jabatan bisa ditinggalkan, tetapi harga diri dan hati nurani tidak boleh diperjualbelikan. Saya memilih mundur dengan luka, daripada bertahan dengan mengorbankan prinsip.
Sebab pengabdian sejati bukan sekadar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertahankan. Salam dari saya: Dr. Netty Rosdiana Siagian Jabatan Terakhir: Kabagrenmin Ditreskrimum Polda Metro Jaya."
Perjalanan Karier Di Kepolisian
AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian, SH, MM, MH dikenal memiliki pengalaman panjang selama berkarier di lingkungan Polri. Sepanjang masa dinasnya, ia pernah menduduki sejumlah posisi di berbagai satuan kepolisian.
Salah satunya adalah Penyidik Madya 2 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya yang mulai dijabatnya pada September 2022. Sebelum mendapatkan penugasan tersebut, Netty pernah dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Menteng.
Kariernya juga mencakup penugasan sebagai Kapolsek Sunda Kelapa pada 2018. Ketika menduduki posisi tersebut, pangkat yang disandangnya masih Komisaris Polisi (Kompol).
Dalam kehidupan pribadi alumni Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang Doktor Ilmu Hukum dengan predikat Cum Laude ini merupakan istri Brigjen Pol. Puji Santosa, seorang perwira tinggi Polri dengan pangkat bintang satu.
Puji Santosa diketahui pernah mengemban jabatan Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Staf Utama Operasi (Karorenmin Stamaops) Mabes Polri. Berdasarkan informasi dalam materi sumber, ia menyelesaikan masa tugasnya sebagai anggota Polri pada 10 September 2026.
Prestasi dan Pengalaman AKBP Netty Rosdiana Siagian
Selain perjalanan karier di kepolisian, Netty juga memiliki sejumlah pengalaman dan pencapaian yang berkaitan dengan tugasnya sebagai polisi wanita.
Salah satu apresiasi yang pernah diterimanya adalah penghargaan Indonesia Women Excellence Award 2021 dalam ajang Indonesia Award Magazine. Netty juga pernah bertugas sebagai Kepala Unit Brigadir Motor (Kanit BM) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Dari satuan tersebut, lahir komunitas motor polisi wanita bernama The Road Force Blue pada 2005. Pada awal pembentukannya, kelompok ini memiliki sekitar 25 hingga 30 anggota polwan.
Perjalanan komunitas tersebut mencatatkan pencapaian pada 2009. The Road Force Blue berhasil mendapatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus rekor dunia sebagai pasukan wanita pengawal kenegaraan pertama di dunia.
Kepercayaan terhadap tim tersebut kemudian semakin berkembang. Mereka pernah dilibatkan dalam sejumlah kegiatan pengawalan tokoh penting. Salah satu tugasnya adalah mendampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam konvoi peringatan Hari Kartini pada 21 April 2011.
Tim Polwan tersebut juga pernah dipercaya mengawal Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton serta prosesi pengawalan jenazah Ainun Habibie. Tidak hanya memiliki pengalaman di bidang kepolisian, Netty juga menempuh pendidikan akademik hingga jenjang doktoral.
Ia berhasil menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Hukum dengan predikat cumlaude. Gelar akademik lengkapnya adalah AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian, SH, MM, MH.
AKBP Netty Rosdiana Siagian Aktif Membagikan Aktivitas di Instagram. Di luar kesibukan kedinasan, Netty juga dikenal cukup aktif membagikan berbagai kegiatan melalui media sosial.
Ibu dua putri berprestasi, Neysa yang sudah menyandang gelar Doktor dan Sheyna yang tengah menempuh Teknik Sipil ini memiliki akun Instagram pribadi dengan nama pengguna @netty_diana yang disebut mempunyai sekitar 120 ribu pengikut.
Konten yang dibagikannya beragam, mulai dari dokumentasi aktivitas ketika masih bertugas sebagai polwan, kegiatan pribadi, hingga kebersamaan bersama keluarga. Netty juga beberapa kali memperlihatkan momen bersama suaminya, Brigjen Pol. Puji Santosa.
Selain aktivitas keseharian, ia dikenal cukup terbuka dalam menyampaikan pendapat mengenai berbagai persoalan sosial dan pemerintahan.
Namanya pernah menjadi perbincangan warganet pada Januari 2025. Saat itu, Netty memberikan komentar terhadap sikap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ketika berada di dekat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Komentar tersebut muncul pada sebuah potongan video yang diunggah akun Instagram @paskisanya19. Dalam unggahan itu, Netty menuliskan kalimat singkat yang kemudian ramai diperbincangkan.
"Sudah lupa daratan."
Komentar tersebut berkaitan dengan posisi Mayor Teddy dalam video yang menurut Netty memperlihatkan sikap kurang sopan. Pernyataan singkat itu pun menarik perhatian pengguna media sosial dan membuat nama AKBP Netty kembali menjadi pembahasan publik.
Berbagai prestasi telah diraihnya, semisal pada April 2026 yang lalu Asosiasi Media Konvergensi Inodonesia menobatkannya sebagai salah satu dari 11 orang Perempuan Inspiratif Nasional dalam AMKI Kartini Award 2026 dengan gelar, "Polwan Tangguh." (MH/J24/S24/Fendi Sinabutar).



0 Komentar