Home » , » "Dahsyatnya Kuasa Damai Sejahtera Allah:Shalom"

"Dahsyatnya Kuasa Damai Sejahtera Allah:Shalom"

Written By MAJALAH HOLONG ONLINE on Minggu, 30 September 2018 | September 30, 2018

Palu dan Paku.
Bungo, MH-Kisah Yusuf (Yudeo-Kristiani) dalam Kejadian 39:1-10 memperlihatkan bagaimana kedahsyatan kuasa "Damai Sejahtera" (Shalom) yang membaharui kehidupan Yusuf bahkan perubahan itu di luar prakiraan saudara2nya.

Perlakuan tidak manusiawi dalam wujud "perdagangan manusia" (human traficking) yang dilakukan saudara2nya terhadap dirinya telah pula memberinya sebuah identitas baru yakni seorang budak di tanah yang bukan kelahirannya (Mesir).

Di Mesir ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah si Potifar, seorang pegawai pemerintahan Firaun.

Perlakuan tidak manusiawi dari saudara2nya itu tidak lantas membuatnya "MENGELUH" (histeris) lalu menangisi keadaan dan kemudian menerimanya sebagai TAKDIR.

Yusuf menerima kenyataan sebagai budak dan orang buangan. Ia pun "menerima kenyataan kekinian" nya. Ia pun bekerja secara PROFESIONAL: penuh dedikasi dan bertanggungjawab terhadap majikannya si Potifar. Hasilnya: Potifarpun mengapreasiasi dan mempercayakan sepenuhnya seisi rumah kepadanya.

Kerja profesional yang dilakoni Yusuf mendapat tantangan lewat godaan "kenikmatan" (jouissance) yang ditawarkan istri Potifar. Yusuf tidak tergoda. Ia justru menunjukkan basis utama profesionalisme nya yang berakar pada INTEGRITY- KEJUJURAN. 

Yusuf adalah seorang pekerja profesional- berintegritas dan TAHU BATAS. Kesempatan untuk meneguk "kenikmatan" itu tak diambilnya meskipun untuk itu ia harus menjadi korban berita fitnah (hoax). Yusuf terhukum. Sekali lagi "kenyataan kekinian" sebagai orang hukuman itupun ia terima.

Apa yang membuatnya bisa menerima "kenyataan kekinian" itu adalah kuasa "DAMAI SEJAHTERA ALLAH" yang hadir dan bekerja dalam dirinya.

Dan di penghujung kisah itu kita tahu bahwa Yusuf (walau sebagai orang asing) bisa menjadi "orang kedua" (Perdana Menteri) di Mesir setelah Firaun.

Bersyukurlah dalam setiap kenyataan sebab mengeluh tidak mengubah "kenyataan kekinian" yang tidak kita inginkan. Mari belajar dari Yusuf. Happy Sunday. Dalam Doa. (Pdt Mardison Simanjorang STh M Hum)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Majalah Holong | | Copyright © 2018. Majalah Holong -Media Komunitas Majalah Holong