Home » , , » Wiranto Ditusuk, Ketum GMKI Keluarkan Pernyataan Sikap

Wiranto Ditusuk, Ketum GMKI Keluarkan Pernyataan Sikap

Written By MAJALAH HOLONG ONLINE on Jumat, 11 Oktober 2019 | Oktober 11, 2019

Anggota kepolisian mengamankan Syahril Alamsyah, terduga penusuk Wiranto. Foto: ANTARA/HO-Polsek Menes/aa. Handout Polsek Menes.
JAKARTA, MH - Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) menyampaikan pernyataan sikap atas kasus penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto oleh dua orang yang diduga anggota jaringan teroris.

Ketua Umum GMKI Korneles Yacob Galanjinjinay mengatakan, persoalan ini perlu dicermati dengan baik dan mendalam, di tengah situasi pemerintahan menghadapi berbagai persoalan bangsa. Misalnya sejumlah RUU kontroversi, UU KPK hasil revisi, masalah Papua, (Kerusuhan Wamena dan Nduga), BPJS, kebakaran hutan dan lahan.

"Pemerintah perlu hati-hati dalam merespons masalah-masalah yang terjadi, termasuk berbicara di depan publik, sehingga tidak membuat rakyat marah dan melakukan hal-hal yang membahayakan pemerintahan," kata Korneles dalam pernyataan resminya, Kamis (10/10).
 
Menanggapi kejadian ini ketua umum GMKI mengeluarkan pernyataan sikap:

1. Turut prihatin dengan peyerangan menkopolhukam, karena apapun bentuknya tindakan main hakim sendiri merupakan bagian yang melanggar hukum dan HAM. 

2. Rakyat harus tenang dan rasional mengamati insiden yang dialami Menko Polhukam Wiranto, rakyat jangan terprovokasi.

3. Secepatnya aparat kepolisian mengungkap dan mengumumkan motif di balik penusukan Menko Polhukam Wiranto, perlu didalami lebih jauh oleh pihak berwenang, jangan cepat disimpulkan bahwa itu tindakan teroris.

 4. Kepada pelaku penusukan agar dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. 

5. Pemerintah harus serius dan hati-hati menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang terjadi, termasuk berbicara di depan publik jangan mengecawakan dan menyalahkan rakyat.

 6. Jangan sampai ada skenario yang membuat gaduh negara dan pemerintahan, apalagi ada upaya menganggu jalannya pemerintahan menuju pelantikan presiden 20 Oktober. (esy/jpnn).


 

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Majalah Holong | | Copyright © 2018. Majalah Holong -Media Komunitas Majalah Holong