Berita Terkini

10/recent/ticker-posts

Ungkapan Hati dr Terawan Yg Terus Dibully "Jadi Hamba Tuhan Yesus Jangan Berkeluh Kesah"

Letjend TNI AD (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad .

JAMBI, MH - Tak dimungkiri bahwasanya nama Letjend TNI AD (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad akhir - akhir ini banyak diperbincangkan oleh publik. Adapun hal tersebut terjadi usai ia dipecat dari IDI alias Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sehingga berbagai bully-an pun mengarah padanya. 

Diketahui bahwa pemecatan dr. Terawan sapaan akrabnya sebagai anggota IDI berdasarkan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), yang disampaikan dalam Muktakar ke-31 IDI di Aceh.

Setelah dipecat, mantan Tim Dokter Kepresidenpun tidak lagi diizinkan untuk melakukan praktik kedokteran. Kasus pemecatan tersebut satu dari sekian permasalahan yang datang kepada dr. Terawan.

Bahkan, mantan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiolo Indonesia inipun  mengaku kerap mendapatkan persoalan dalam kehidupannya, baik saat sebagai Menteri Kesehatan maupun sebagai dokter yang merupakan profesinya saat ini. 

Adapun hal itu ia sampaikan saat merayakan Natal Jurnalis Kristiani yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada tahun 2020 lalu. Saat menjabat sebagai Menkes, dr. Terawan Agus Putranto ternyata sempat curhat mengenai perjalanan hidupnya dan membawa - bawa soal Yesus Kristus.

“Menjadi hamba itu sebagai pelayan, syaratnya harus mau dibully. Saya jadi seperti sekarang ini setelah dibully,” ungkap mantan Ketua World International Committe of Military Medicine Kamis, 31 Maret 2022. 

Lebih lanjut dikatakan "Saya ingin terus sebagai hamba siapa tuannya? Ya kalian semua ini, masyarakat Indonesia Seperti kata Tuhan Yesus Kristus dalam firmanNya; ‘Kamu Dahulu adalah hamba, sekarang menjadi sahabat Ku". 

"Jadi jelas kan, kalau mau menjadi sahabat bagi semua orang, jadilah dahulu sebagai hamba," ujar mantan Ketua ASEAN Association of Radiologi ini. 

Dituturkannya bahwa, "Jadi menteri itu tetap saja jadi sahabat, jadi hamba yang melayani, ya akhirnya terus dibully," katanya saat itu lalu tertawa. 

"Jadi hamba jangan berkeluh kesah, terus melayani dengan kasih dan tulus ikhlas. Tuan kita sebagai hamba adalah setiap orang yang menderita perlu pertolongan. Seperti yang Tuhan katakan; di ada pada orang - orang menderita," pungkas mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto ini. (Berbagai Sumber, MH - Fendi Sinabutar).


Berita Lainnya

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

0 Komentar