Berita Terkini

10/recent/ticker-posts

Luhut Binsar Pandjaitan Terbang Ke Kongo Bangun Kerjasama

Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan Bersama Presiden Kongo Felix Tshisekedi.


JAMBI, MH - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan kunjungan kerja ke Republik Demokratik Kongo (DRC). Melalui kunjungan ini Luhut ingin memperkuat hubungan bilateral dan menjajaki potensi kerja sama kedua negara.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada 11-12 Juli 2023 kemarin, Luhut melakukan pertemuan dengan Presiden Felix Tshisekedi dan para pemangku kepentingan utama lainnya. 

Dalam pertemuan itu mereka membahas berbagai isu penting mulai dari konservasi lingkungan, pembangunan ekonomi, energi hingga militer.

Pertama untuk bidang konservasi lingkungan, Luhut menyampaikan proposal Presiden Jokowi kepada Presiden Felix untuk mendirikan kerja sama trilateral dalam bentuk aliansi hutan tropis dan karbon. Rencananya kerjasama ini akan melibatkan 3 negara yakni Brasil, DRC, dan Indonesia.

"Aliansi yang direncanakan ini bertujuan untuk menggabungkan upaya dalam melindungi hutan tropis dan memerangi perubahan iklim, yang menunjukkan komitmen bersama dari negara-negara yang terlibat," kata Luhut, dikutip Kamis (13/7/2023).

Kerja sama trilateral ini dijadwalkan akan ditandatangani pada tanggal 25 Agustus 2023 mendatang. Meski begitu belum dijelaskan lebih lanjut terkait proses pembentukan aliansi hutan tropis dan karbon 

Pada bidang pembangunan ekonomi, Luhut sempat menekankan beberapa area fokus kerjasama utama bagi Indonesia yang termasuk di antaranya industrialisasi, digitalisasi, dekarbonisasi, interkoneksi, distribusi ekonomi, dan pendidikan.

"Kami berharap bahwa kerja sama antara kedua negara dapat saling menguntungkan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di DRC dan negara-negara Afrika lainnya," lanjutnya.

Sedangkan pada bidang energi, Pertamina yang turut dalam kunjungan ini ikut menyampaikan minat untuk bekerja sama dengan DRC dalam mengeksplorasi dan mengembangkan potensi minyak dan gas yang belum tergarap di blok bersama dengan Angola.

Dengan Angola telah memulai produksi di blok mereka, kerja sama ini memberikan peluang bagi DRC untuk memanfaatkan sumber daya alamnya sendiri dan berkontribusi pada pertumbuhan sektor energinya.

Di bidang kerja sama militer, Presiden Felix dengan terbuka menerima tawaran Indonesia untuk melatih personel militer DRC. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kemampuan pemeliharaan perdamaian dan menjaga keamanan regional.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo telah berjanji untuk mengirim satu batalyon untuk memperkuat pasukan pemeliharaan perdamaian di DRC, yang menunjukkan dedikasi Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Terakhir, Menko Luhut menekankan pentingnya kerja sama dalam bidang tembaga antara DRC dan Indonesia. Dengan perkiraan peningkatan harga tembaga yang signifikan, kedua negara menyadari nilai kerja sama dan perlunya teknologi canggih untuk memanfaatkan peluang ini.

Menurutnya ikut menjajaki kemitraan dengan negara-negara lain untuk mengakses teknologi terkini akan menjadi krusial dalam memaksimalkan manfaat potensial bagi kedua negara.

"Indonesia dan DRC terus berkomitmen untuk pembangunan berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan bersama. Kami bekerja sama menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di masa depan untuk sebesar-besarnya manfaat bagi rakyat kedua negara," pungkas Menko Luhut. (Berbagai Sumber, MH - Fendi Sinabutar).

Posting Komentar

0 Komentar