Ditjen Bimas Katolik Tetapkan Sembilan Lektor Kepala Baru Hasil Uji Kompetensi


Jakarta, S24 - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) menggelar sidang penetapan jabatan akademik Lektor Kepala untuk pertama kalinya.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil uji kompetensi dosen bidang agama dan umum, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan profesi dosen sekaligus kemajuan Perguruan Tinggi Katolik (PTK) di Indonesia.

Baca: Jambi24jam.com&Sumatera24jam.com

Sidang yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 1 hingga 4 Oktober 2025, menghadirkan tim asesor yang terdiri dari Prof. Zaenuddin, MA dan Adi Mulyono, S.Sos, MAP. Dalam kesempatan tersebut, sembilan dosen yang berhasil lulus uji kompetensi secara resmi ditetapkan sebagai Lektor Kepala dengan golongan ruang IV/a hingga IV/c.

Berikut daftar dosen yang ditetapkan sebagai Lektor Kepala:

Bidang Ilmu Agama:

1. Dr. Rikardus Moses Jehaut, S.Fil, M.Th, IV/c (700).

2. Dr. Dra. Emmeria Tarihoran, S.Pd., M.Th., IV/c (700).

3. Dr. Anselmus Dorewoho Atasoge, S.Fil, M.Th, IV/b (550).

4. Fabianus Selatang, SS, M.Hum, IV/b (550).

5. Dra. Wiwin, M.Th, IV/a (400).

Bidang Ilmu Umum:

1. Dr. Johannes Sohirimon Lumbanbatu, M.Th, IV/c (700).

2. Dr. Erikson Simbolon, S.Pd, M.Pd, IV/c (700).

3. Dr. Fransiskus Janu Hamu, SS, M.Si, IV/c (700).

4. Dr. Din Oloan Sihotang, M.Pd, IV/a (400).

Dengan penetapan ini, Ditjen Bimas Katolik kini memiliki total 12 Lektor Kepala yang tersebar di lingkungan PTK Katolik. Dari sekitar 340 dosen yang mengabdi di Perguruan Tinggi Katolik Swasta, sebanyak 286 dosen atau sekitar 84,11% sudah memiliki jabatan akademik, sementara 54 dosen (15,89%) masih dalam proses pengembangan karir akademik.

Direktur Pendidikan Katolik, Albertus Triyatmojo mengatakan Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Katolik terus berkomitmen untuk terus membangun lingkungan akademik yang profesional dan berkualitas.

Dengan harapan segera memiliki dosen dengan jabatan tertinggi, yakni Guru Besar atau Profesor. "Pengembangan karir dosen merupakan fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Katolik di Indonesia,” pungkas Albertus Triyatmojo. (S24/Red).


BERITA LAINNYA

Posting Komentar

0 Komentar