Sukses Seminar Peningkatan Kualitas Iman Kristiani Dalam Keluarga Melalui Parenting Counseling Di HKBP Jambi

 

Jambi, MH - Sebagai langkah untuk meningkatkan dan memperkokoh keimanan bagi keluarga, Panitia Tahun Transformasi HKBP Jambi Ressort Jambi Distrik XXV Jambi menggelar seminar di Gereja HKBP Jambi, kegiatan seminar ini diikuti dengan antusias oleh jemaat dari berbagai Wijk dilingkup HKBP Jambi, Sabtu (21/2/2026). 

Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB ini dihadiri oleh jemaat lintas usia, dari orang tua muda hingga para pelayan gereja, yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang peran keluarga sebagai pusat penyembuhan emosional dan spiritual. 

Baca: Jambi24jam.com&Sumatera24jam.com

Dalam seminar ini panitia menghadirkan tiga pembicara utama yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda, yaitu:

1. Dr. HP. Panggabean, SH, MS mantan Hakim Mahkamah Agung RI, dengan topik, "Penumbuhan Iman Kristiani Keluarga dari sudut pandang Dalihan Na Tolu dan Injil.

2. Serepina Tiur Maida br Hutabarat, S.Sos, M.Pd, M.I.Kom, C.AC, C.PS, C.STMI, C.ED merupakan dosen Universitas Mpu Tantular Jakarta dan mantan Wakil Kepala Sekolah bidang Administrasi dan Sumberdaya SMA Unggul Del Laguboti Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara dengan topik, " Peran Media Sosial terhadap penumbuhan Iman Kristiani dalam keluarga di era digital.

3. Pdt. Pestanatalia, S.Th, MA, dengan topik, "Transformasi pengajaran Iman Kristiani di tengah keluarga melalui Parenting Counseling.

Moderator:

1. Dr. Rosinta Norawati br Butarbutar dosen Universitas Jambi.

2. Damaris br Hutahaean, S.Pd, M.Pd guru SMP Negeri 21 Kota Jambi dan Maria br Tobing sebagai Master of Ceremony (MC).

Sebelum acara seminar diawali dengan ibadah. Ibadah dipimpin Pdt RF. br. Sianipar, S.Si. Teol, M.Pd.K doa syafaat disampaikan Pdt. Ferdinan MS. Tampubolon, S.Th, pianis diperankan Iren br Simanungkalit, selama ibadah berlangsung lagu-lagu pujian dipersembahkan oleh VG Parhalado Parompuan.

Kata sambutan Ketua Panitia Tahun Transformasi HKBP Jambi Prof. Dr. Ir. Dompak MT. Napitupulu, M.Sc menyatakan puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena oleh kasih dan penyertaanNya kegiatan seminar sehari Parenting Counseling ini dapat dilaksanakan sebagai bagian dari Tahun Transformasi Pengajaran Iman HKBP Tahun 2026.

Guru besar Universitas Jambi ini menyatakan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian gereja terhadap keluarga Kristen pada umumnya dan jemaat HKBP Jambi pada khususnya yang merupakan pusat utama pembinaan iman Kristen gereja HKBP Jambi.

Menurut alumni Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur ini ditengah tantangan zaman arus digitalisasi, serta kompleksitas kehidupan keluarga, gereja dipanggil untuk hadir dan membekali orang tua agar mampu menjalankan peran sebagai pendidik iman pertama dan utama bagi anak-anak.

Selanjutnya alumni Univercity of Kentucky Amerika Serikat (S2) ini menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Jemaat HKBP Jambi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan, serta kepada para narasumber yang telah bersedia melayani, berbagi pengetahuan serta pengalaman dan juga kepada seluruh panitia.

Kiranya melalui seminar ini keluarga-keluarga jemaat semakin diteguhkan, diperlengkapi dan dikuatkan untuk membangun kehidupan iman yang berakar dalam Kristus, pungkas alumni Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur program S3 ini.

Baca: Panitia Tahun Transformasi Akan Gelar Seminar Sehari

Pdt Julianus Sitorus, S.Th, M.Pd.K Pimpinan Jemaat HKBP Jambi sebagai Keynote Speaker menyampaikan tahun 2026 ini ditetapkan sebagai tahun pengajaran iman dengan fokus pada penguatan keluarga sebagai Ecclesia Domentic (gereja rumah tangga) yang diambil dari Naats Alkitab Ulangan 6:4-9.

Lebih lanjut dikatakan Pdt Julianus Sitorus bahwa rumah tidak hanya dipandang sebagai tempat berteduh, tetapi sebagai sekolah iman yang utama untuk merawat dan mewariskan nilai-nilai Kristiani kepada generasi mendatang.

Menurut Pdt Julianus Sitorus, penguatan pengajaran Iman Kristiani di tengah-tengah keluarga sangat rekevan untuk merespon lima ancaman bedar bangsa saat ini yaitu: 1. Krisis iklim, 2. Korupsi, 3. Polarisasi sosial, 4. Narkotika dan krisis moral generasi muda dan 5. Kejahatan siber.

Pimpinan Jemaat HKBP Jambi ini mengajak para peserta seminar agar jangan lewatkan satu hari tanpa mendengarkan Firman Tuhan, karena Firman Tuhan itu menguatkan kita di segala kegiatan yang kita jalankan, ujarnya. 

Sesi pertama dalam seminar ini pembicara Dr. HP. Panggabean, SH, MS dan Serepina Tiur Maida br Hutabarat, S.Sos, M.Pd, M.I.Kom, C.AC, C.PS, C.STMI, C.ED dengan moderator Dr Rosinta Norawati br Butarbutar.

HP Panggabean menyoroti tentang adat budaya Dalihan Na Tolu dan Injil. Dalihan Na Tolu adalah filosofi hidup dan sistem kekerabatan suku Batak (hula-hula, dongan tubu, boru) yang menekankan harmoni melalui prinsip somba marhula-hula (hormat), manat mardongan tubu (hati-hati) dan elek marboru (lemah lembut).

Menurut HP Panggabean dalam perspektip Injil (Kristiani) nilai-nilai dapat diinkulturasi sebagai perwujutan kasih, hormat dan pelayanan dimana adat Batak diselaraskan dengan etika Kristen yang kontektual.

Dengan demikian Dalihan Na Tolu dan Injil dapat bersinergi, adat mengatur struktur sosial agar harmonis, sementara Injil memberi dasar kasih yang tulus dan tanpa syarat dalam melakukannya. Karena tidak satupun ayat di dalam Alkitab yang melarang orang percaya mengikuti adat istiadat nenek moyang. 

PT Eldivo Tunas Arta Rute Pematangsiantar-Jambi dan Jambi-Pematangsiantar Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Mantan Hakim Mahkamah Agung RI ini menyatakan bahwa pendekatan budaya diperlukan karena adat istiadat Batak adalah budaya pemersatu bagi warga HKBP di daerah perantauan. Ajaran Injil yang dogmatis dan ajaran moral dalam Dalihan Na Tolu memiliki peluang untuk secara sinergi menempatkan setiap warga Batak untuk menjadi seorang yang beragama tetapi sekaligus orang yang beradat.

Sementara Serepina Tiur Maida br Hutabarat menyoroti tentang bagaimana media digital membentuk cara berpikir dan nilai hidup, artinya gadget ada di tangan kita, tetapi percakapan kasih mulai berkurang. Kita terhubung dengan ribuan orang di Media Sosial, namun kadang lupa membangun komunikasi iman dengan anak maupun pasangan kita sendiri.

Dituturkannya bahwa realita keluarga saat ini, di meja makanpun tak ada lagi percakapan di antara orang tua dan anak, apalagi percakapan tentang rohani. Bahkan ibadah keluarga semakin jarang, orang tua sibuk dengan gadgetnya masing-masing dan anak lebih mengenal influencer dari pada tokoh iman.

Dosen Universitas Mpu Tantular Jakarta ini menyatakan sebelum anak mengenal gereja, sekolah atau lingkungan masyarakat, terlebih dahulu hidup dan bertumbuh di dalam keluarga, berarti keluarga adalah tempat pertama pembentukan karakter bagi anak.

Serepina berharap agar Firman Tuhan harus tinggal di dalam hati orang tua dan mengajarkan Firman Tuhan tersebut secara berulang-ulang kepada anak, sehingga pendidikan iman dengan sendirinya terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan pendidikan iman merupakan investasi rohani jangka panjang, ujarnya.

Orang tua dihimbau agar membangun jam doa bersama keluarga, menunjukkan iman melalui sikap dan perkataan pada anak, memberikan pemahaman Alkitab terhadap anak dan juga membangun percakapan yang terbuka dalam keluarga, ungkapnya.

Dengan gaya dan tutur bahasa yang diucapkan Serepina membuat para peserta dapat memahami topik yang disampaikan, terlihat para peserta tertib dan tenang terkadang mereka mencatat hal-hal yang penting. Sesekali dengan piawai Serepina membuat lelucon, akhirnya suasana hangat tapi serius. 

Waktulah yang membuat berakhirnya acara tersebut, singkat dan padat namun para peserta seminar masih mengharapkan buah-buah pikiran Serepina, agar nantinya dapat diterapkan ditengah-tengah kehidupan keluarga sehari-hari.

Diakhir sesinya Serepina mengajak semua peserta untuk menyanyikan lagu, Bagi Tuhan Tiada Yang Mustahil dan Ai Ho do Tuhan. Serepina Tiur Maida br Hutabarat mengutip dari naats Alkitab, "Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan " (Yosua 24:15).

Pdt Pestanatalia br Silaen, S.Th, MA dengan topik, "Transformasi Pengajaran Iman Kristiani ditengah keluarga melalui Parenting  Counseling." Menyatakan bahwa transformasi adalah proses menuju perubahan dan transformasi tersebut tidak terjadi dalam semalam, proses seumur hidup dan goalnya menjadi serupa dengan Kristus.

Menurut Pdt Pesta menjadi serupa dengan Kristus adalah dimulai kelahiran baru oleh iman percaya pada Yesus, status diubah dari orang berdosa menjadi anak Allah, mengalami perubahan adanya peran Roh Kudus, memberi kekuatan dan kara Krakter Kristus & Karuniah Roh, disiplin rohani dan pertumbuhan, doa, baca firman & bersekutu.

Lebih lanjut Pdt Pesta mengambil Naats dari Firman Tuhan Injil Yihanes 6:35. Tuhan adalah roti hidup untuk makan dan air hidup untuk kita minum. Dia adalah makanan Rohani yang kita butuhkan setiap hari agar kita bertumbuh dan diubahkan.

Dalam hal ini menurut Pdt Pesta Apa yang diubah, cara berpikir, bagaiman sikap atau perasaan dan bagaiman kita mengambil suatu keputusan yang tetap dan bermamfaat.

Dikatakannya bahwa konseling dalam parenting adalah meningkatkan keterampilan komunikasi, mengajarkan teknik mendengar aktif & komunikasi, efektif untuk orang tua dan anak artinya mengurangi konflik (mendengae tanpa menghakimi, memvalidasi perasaan anak) dan memahami perkembangan anak sesuai dengan umur dan zaman.

Dituturkan Pdt Pesta bahwa konseling bukan tanda keluarga "sakit" melainkan alat untuk membuat keluarga "sehat" sehingga iman bisa bertumbuh subur.

Dijelaskan Pdt Pesta bahwa Transformasi pengajaran iman tidak akan efektif jika hanya bersifat kognitif (hafalan ayat), lewat parenting counseling keluarga diubah menjadi ekosistem yang aman dimana nilai-nilai kristiani tidak hanya diajarkan, tapi dirasakan melalui kasih dan penerimaan orang tua.

Dengan berlangsungnya kegiatan seminar ini, diharapkan Jemaat HKBP Jambi semakin diperkaya oleh wawasan iman di dalam keluarga serta terdorong untuk terus mengalami perubahan hidup ke arah yang lebih baik, sesuai dengan semangat Tahun Transformasi HKBP.

Panitia Tahun Transformasi berharap agar HKBP Jambi Ressort Jambi Distrik XXV Jambi terus menghadirkan program-program edukatif dan rohani yang menyentuh aspek kehidupan jemaat secara menyeluruh. (MH/J24/S24/Fendi Sinabutar).


 
























 







BERITA LAINNYA

Posting Komentar

0 Komentar