Penegasan tersebut disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Parmonangan yang digelar di HKBP Parmonangan, Kamis (26/2/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa satu tahun awal kepemimpinannya diarahkan untuk menyusun fondasi pembangunan yang terarah dan berbasis data. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang jelas, terukur, dan melibatkan seluruh perangkat daerah.
“Sebagai ASN, kita harus bekerja dengan perencanaan yang matang dan berbasis data. Saya tidak ingin ada anggaran yang berjalan tanpa arah dan tanpa data yang jelas,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mencanangkan Kecamatan Parmonangan sebagai sentra kawasan pengembangan pertanian kemenyan di Kabupaten Tapanuli Utara. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Hampir seluruh Kecamatan dan Desa di Tapanuli Utara merupakan penghasil kemenyan. Pemerintah Kabupaten telah melakukan pemetaan potensi dan menetapkan Parmonangan sebagai kawasan sentra kemenyan,” tambahnya.
Selain itu, Bupati menyinggung tantangan bencana yang melanda sebagian wilayah Tapanuli Utara. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten tetap berupaya memaksimalkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi guna mempercepat pemulihan dan pembangunan kembali.
“Bencana yang kita alami menjadi duka bersama. Namun di sisi lain, ini harus menjadi momentum untuk membangun lebih baik dengan perencanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MH/J24/S24/Fendi Sinabutar).



0 Komentar