Home » , » DPRDSU dan Gubsu Tandatangani Pengesahan RPJMD Provsu 2018-2023

DPRDSU dan Gubsu Tandatangani Pengesahan RPJMD Provsu 2018-2023

Written By MAJALAH HOLONG ONLINE on Selasa, 26 Februari 2019 | Februari 26, 2019

* F-PDI Perjuangan Belum Dapat Menyetujui
TANDATANGANI: Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman dan Gubsu Edy Rahmayadi menandatangani keputusan bersama pengesahan Ranperda RPJMD Provsu Tahun 2018-2023 menjadi Perda, disaksikan Wakil Ketua Dewan HT Milwan, Aduhot Simamora, Sekdaprovsu Hj Sabrina, Kepala Bappedasu Irman dan Sekwan Erwin Lubis. Foto SIB/Firdaus Peranginangin
Medan, MH-Pimpinan DPRD Sumut dan Gubsu menandatangani keputusan bersama pengesahan Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provsu tahun 2018-2023 menjadi Perda, tanpa persetujuan F-PDI Perjuangan.

Penandatanganan tersebut dilakukan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman dan Gubsu Edy Rahmayadi disaksikan Wakil Ketua Dewan HT Milwan dan Aduhot Simamora pada rapat paripurna dewan yang dipimpin Wagirin Arman, Senin (25/2/2019) di DPRD Sumut.

Sebelumnya, juru bicara Pansus RPJMD Provsu 2018-2023 Muhri Fauzi Hafiz melaporkan hasil pembahasan Pansus menyebutkan, dari pendapat akhir 9 fraksi yang ada di legislatif, 8 fraksi (FP Golkar, FP Demokrat, FP Hanura, FP Gerindra, F-PKS, F-PAN, FP NasDem dan F-PKB) menyetujui dan melanjutkan pembahasan Ranperda RPJMD ke tahap selanjutnya. Sedangkan F-PDI Perjuangan belum dapat menyetujui dan minta tambahan waktu pembahasan.

Muhri Fauzi Hafiz juga menyebutkan, Pansus minta perhatian serius untuk meningkatkan PAD yang direncanakan Rp18 triliun pada tahun 2023, dengan mengoptimalisasi sumber potensi pendapatan Provsu. Misalnya di sektor pendidikan telah menjadi target Provsu menyediakan SMA/SMK di setiap kecamatan dan menaikkan gaji guru honor jadi Rp90 ribu per jam.

Ketua F-PDI Perjuangan Baskami Ginting ketika ditemui mengatakan alasan fraksinya belum menyetujui, karena selain minta perpanjangan waktu untuk membahas kembali RPJMD Provsu, juga ada beberapa hal yang belum sinkron dan sejumlah masukan dari Pansus yang belum terakomodir.

"Kita mengundang beberapa kepala dinas tapi banyak yang tidak hadir dan pejabat yang dikirim untuk mewakili bukan yang bisa mengambil keputusan. Karena itu kita minta perpanjangan waktu, tapi kalau tidak ada waktu, tentunya kita akan sampaikan sebagai masukan ke Gubsu," katanya.

Gaji Guru Honor Ditambah
 
Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi dalam pidatonya menegaskan, sasaran bidang pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan pendidikan dengan rata-rata lama sekolah 10,5 tahun. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kualitas dan kompetensi guru diantaranya penambahan gaji guru honor menjadi Rp90 ribu per jam pada tahun 2019.

Di bidang kesehatan, diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan target pencapaian usia harapan hidup 70 tahun. Di bidang ketenagakerjaan dengan sasaran penurunan tingkat pengangguran terbuka jadi 5,1 persen dengan terobosan peningkatan kompetensi dan daya saing.

Di bidang infrastruktur, katanya lagi, diarahkan pada peningkatan konektivitas antar wilayah melalui pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan dengan target terwujudnya jalan mantap 90 persen, di antaranya dengan mendukung pembangunan proyek strategis nasional di Sumut.

Misalnya jalan tol, kereta api trans Sumatera dan lainnya, serta pengembangan wilayah pada 14 kawasan strategi provinsi melalui kawasan sport center berstandard internasional sebagai persiapan Sumut tuan rumah PON ke-12 tahun 2024.

Bidang pertanian diarahkan pada pencapaian target produktivitas komoditi pangan utama (padi) 8 ton per hektar dan meningkatnya kesejahteraan petani. Di bidang pariwisata ditargetkan kunjungan wisatawan mancanegara 500.000 orang.(*)

Sumber: SIB
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Majalah Holong | | Copyright © 2018. Majalah Holong -Media Komunitas Majalah Holong