Otorita Danau Toba Targetkan 1 juta Wisman

Written By MAJALAH HOLONG ONLINE on Jumat, 05 April 2019 | April 05, 2019

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, memberikan sambutan pada peluncuran "nomadic tourism" The Kaldera-Toba Nomadic Escape, di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (4/4/2019). (ANTARA/Royke Sinaga)

Parapat, MH - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) memperkirakan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Danau Toba pada tahun 2019 mencapai 1 juta orang, meningkat sekitar 300 persen dari tahun 2018 sebanyak 250.000 wisman.

"Kami meyakini dari tahun ke tahun jumlah wisman ke Danau Toba terus meningkat, dengan catatan semua pihak ikut bersama-sama menciptakan iklim yang mendukung untuk hadirnya pelancong dari luar negeri," kata Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo, kepada Antara di Desa Sibisa, Kecamatan Ajibata, kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis. (4/4 – 2019).

Menurut Arie, sejauh ini sudah banyak perubahan dan pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam mendatangkan jumlah wisatawan di Danau Toba.

Pengoperasian Bandara Internasional Silangit, Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, pembangunan beberapa dermaga di Danau Toba, penambahan kapal ferry dan perbaikan infrastruktur jalan.

Dengan begitu, Arie mengatakan untuk mendatangkan turis asing tidak lagi hanya promosi-promosi tapi juga harus diiringi dengan tindakan nyata dengan memperbaiki kualitas layanan kepada para turis.

"Harus ada gerakan yang bisa mendorong terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi pelancong saat berada di kawasan Danau Toba. Kita ingin semua ekosistem pariwisata bergerak maju," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Danau Toba itu sangat bagus dan bukan destinasi baru, sehingga tinggal bagaimana menyediakan amenities yang dapat langsung dirasakan oleh wisatawan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Danau Toba saat ini masuk dalam program strategis percepatan pengembangan destinasi wisata bersama dengan Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Arief mengatakan, untuk lebih mempercepat pengembangan destinasi Danau Toba harus dikelola dengan profesional yang mengedepankan unsur 3A yaitu, atraksi, amenitas dan aksesibilitas.

"Danau Toba dengan infrastruktur yang tersedia akan semakin mempermudah jangkauan dari pasar turis mancanegara, Singapura, Kuala Lumpur yang paling dekat akan dengan mudah dijaring. Penerbangan melalui Silangit akan terus melonjak," ujarnya. (ANTARA).

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Majalah Holong | | Copyright © 2018. Majalah Holong -Media Komunitas Majalah Holong