Home » , , , » 40 Tahun HKBP Jakasampurna, Ephorus Disambut Budaya Betawi Dan Musik Marawis

40 Tahun HKBP Jakasampurna, Ephorus Disambut Budaya Betawi Dan Musik Marawis

Written By MAJALAH HOLONG ONLINE on Senin, 26 Agustus 2019 | Agustus 26, 2019

Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing bersama rombongan disambut tokoh Betawi saat memasuki kompleks gereja HKBP Jakasampurna, Minggu (25/8/2019). (istimewa).
Bekasi, MH -  Ephorus HKBP, Pdt Dr Darwin Lumbantobing dan rombongan disambut budaya Betawi musik marawis dan tradisi palang pintu sebelum memasuki kompleks Gereja HKBP Jakasampurna. 

Dalam rangka ulang tahun gereja ke-40 dan peresmian gedung serbaguna HKBP Jakasampurna Distrik XIX Bekasi, Minggu (25/8/2018).

Rukun dan damai, demikian tampak dari keakraban warga bersama jemaat HKBP Jakasampurna dengan penampilan budaya Betawi dan musik marawis yang mengawali acara, tepat di jalan menuju kompleks gereja disaksikan seluruh jemaat.

Ephorus tiba di kompleks gereja sekitar pukul 08.30 WIB juga disambut tokoh betawi dan para pemuda/i betawi yang merupakan warga sekitar gereja. 

Pendeta HKBP Resort Jakasampurna, Pdt Patar Soaduon Napitupulu mengatakan, kerukunan masyarakat sangat diapresiasi dan terus dijaga dengan baik, termasuk gereja.

"Kami disini bersaudara satu sama lain, kami punya komunikasi baik, kami saling bantu, kami hidup bersama ditempat ini, dan kami saling menghargai satu sama lain," katanya.

Marawis yang mengandalkan bunyi dari gendang diperankan khusus pria itu merupakan khas Betawi, karena alat musik ini kerap dimainkan dalam acara-acara perayaan, termasuk orkes tradisional Betawi. 

Dilanjut dengan tradisi palang pintu yang merupakan kesenian Betawi perpaduan antara silat dan pantun.

Hadirnya budaya Betawi mengawali acara dengan khas seni beladiri serta pantun yang menampilkan sisi humoris suku Betawi, menujukkan budaya Betawi eksis dan tetap dilestarikan, karena ini juga menjadi salah satu media menjalin silaturahmi.

Ephorus sendiri dalam khotbahnya mengungkapkan sering sekali terjadi budaya meniru, khawatir tampil beda, padahal pengetahun, perilaku dan kemampuannya berbeda-beda. 

"Tidak baik kalau terus meniru dan hanya mengikut saja. Firman mengajak kita untuk tidak hanya sama dan meniru dunia, tetapi siap dan berani tampil beda, ada keistimewaan dan kelebihan," jelasnya.

Ia mengatakan, penampilan budaya Batak dan Betawi disertai musik Marawis bukti kita semua bersaudara. Ephorus menambahkan, ketika kunjungan ke Banda Aceh, Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengundang untuk memberikan ceramah di kalangan mahasiswa berbeda agama. 

"Tentu ada pemahaman kalau persaudaraan itu bermanfaat, ada gunanya kita bersahabat dengan agama dan suku lain, bukan hanya di dalam komunitas suku yang sama saja," sebutnya.

Usai ibadah, beberapa acara diantaranya mangulosi jemaat dan pelayan, juga penampilan paduan suara anak-anak Sekolah Minggu, perayaan ulang tahun gereja, penyerahan hadiah kepada pemenang Festival Paduan Suara Lansia kategori usia 60-102 tahun.

Sementara itu Ketua FKUB Bekasi H Abdul Manan mewakili Wali Kota Bekasi berharap Gedung Serbaguna yang baru diresmikan bermanfaat mendidik generasi muda penerus bangsa. 

"Kita harus hidup rukun dan damai antar umat beragama, walaupun berbeda tetapi kita tetap jaga kesatuan sebab perbedaan sudah ada sejak kita lahir tetapi kita satu membangun bangsa yang ini," ujarnya.

Hadir antara lain, Pemkot Bekasi diwakili Ketua FKUB H Abdul Manan bersama rombongan, lurah setempat, para pendeta dan alim ulama, utusan pemenang Festival Koor Lansia dan tokoh masyarakat.(Medanbisnisdaily.com).
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Majalah Holong | | Copyright © 2018. Majalah Holong -Media Komunitas Majalah Holong