Berita Terkini

10/recent/ticker-posts

Ibadah Syukuran Awal Tahun Baru 2024 Ketua Rapat Pendeta (KRP) HKBP Sederhana dan Khidmat

IKUTI IBADAH : Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar/ isteri Br Simatupang dan Ketua KRP HKBP Pdt Maulinus UW Siregar,  M.Th ikuti ibadah syukuran awal Tahun 2024, Sabtu (6/1/2024) di halaman kompleks STT HKBP, Jalan Sangnaualuh Kota Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara.

PEMATANGSIANTAR, MH - Ibadah syukuran awal Tahun Baru 2024, Rapat Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (KRP HKBP) berlangsung sederhana dan penuh khidmat, Sabtu (6/1/2024) di halaman komplek STT HKBP, Jalan Sangnaualuh Kota Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara, yang dibawakan Pdt Sorta Sihombing, M.Th (liturgis) dan doa syafaat, Pdt ROM Tampubolon.

Hadir juga Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta (KRP) HKBP Pdt Maulinus UW Siregar, M.Th, Kepala Departemen Diakonia Pdt Debora P Sinaga, M.Th dan undangan lainnya.

Dalam arahan dan bimbingannya, Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar mengatakan betapa beratnya tantangan dan pergumulan manusia di dunia ini pada waktu lampau, dimana berbagai kesulitan masih menjadi penghambat, namun dengan mengandalkan dan penyertaan Tuhanlah yang menolong orang-orang percaya.

Diharapkannya HKBP sudah saatnya dapat mewujudkan kemandiriannya, melalui berbagai program dalam upaya untuk mewujudkan pelayanan yang menyeluruh ke semua aspek kehidupan maanusia. Serta selalu mengucap syukur kepada Tuhan atas penyertaanNya, sehingga dapat memampukan untuk boleh melampaui pergumulan dan perjuangan hidup di tahun lalu,semuanya berkat pengasihan Tuhan.

Sementara itu, Pdt Tendens Simanjuntak, S.Th dalam khotbahnya dari Matius 5:45 dijelaskannya lebih jauh, bahwa bangsa Yahudi sangat kental dengan sikap eksklusifisme, baik secara keimanan maupun secara sosiologis. Sikap tersebut menimbulkan perilaku memandang yang lain tidak sama dengan dirinya sendiri, dengan komunitasnya tidak boleh sembarangan berbaur.

"Sehingga kerap kali mereka menilai lebih rendah orang lain, dibandingkan dengan kaumnya dan kelompoknya termasuk seagamanya, karena mereka sendiri pun memiliki kelompok (klaster) dalam bangsa mereka sendiri, misalnya dikalangan mereka ada kelompok Rabbi (guru), kelompok imam, kelompok Eksklusif (pengambil keputusan)," ujarnya.

Latar belakang seperti ini pula yang membuat benteng atau jurang pemisah dalam menerjemahkan prinsip cinta kasih Tuhan. Dalam ibadah syukuran itu diisi dengan responsoria, persembahan lagu-lagu rohani, koor Ina Zarfat, koor Ina Parari Selasa HKBP Dame dan pendeta yang pensiun.

Dilanjutkan dengan kata-kata sambutan mewakili jemaat Ir Albert Simanjuntak, Ketua Panitia Pdt Dr Hulman Sinaga, mewakili pendeta pensiun Pdt Dr Darwin Lumbantobing (mantan Ephorus HKBP),  mewakili pendeta HKBP Pdt Banner Siburian, M.Th (pendeta Rawamangun Jakarta). Ketua STT HKBP Pematangsiantar Pdt Dr Sukanto Limbong, mewakili Praeses Pdt Nekson Simanjuntak, M.Th dan Ketua KRP HKBP Pdt Maulinus UW Siregar, M.Th.

Turut hadir Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Dr Muktar B Panjaitan, M.Pd, beberapa Praeses HKBP antara lain Praeses Distrik V Sumatera Utara, Tanah Jawa, Tebing Tinggi, Toba, Humbang Hasundutan, Pekanbaru, Jambi dan Lampung. (Berbagai Sumber, MH/J24/S24/Red/Fendi Sinabutar).


Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar