Berita Terkini

10/recent/ticker-posts

Srilangka Menangis

MH-Minggu (21/4/2019) Paskah itu, langit di atas gereja Katholik Srilanka begitu cerah. Misa Paskah dibuka pastor dengan khotbah tentang bangkitnya Yesus Kristus dari kematian. Maut telah dikalahkan.

Jemaat gereja Katholik itu menundukkan kepala. Serentak jemaat bersimpuh dengan kedua tangan mengatup. Anak-anak kecil yang ada di dalam gereja mengikuti orang tuanya berlutut. Doa dan pujian mengalun merdu menembus atap langit2 gereja yang dominan berwarna coklat kayu.

Seorang lelaki berkaos biru padu celana hitam nampak berjalan memasuki halaman gereja. Lelaki jangkung berjambang berkacamata itu mempercepat langkahnya. Ia memanggul tas punggung berwarna biru. Tas itu tampak berisi penuh.

Ia dengan tenang memasuki gereja yang sedang melakukan misa. Jemaat terus berdoa. Pastor menaikkan pujian. Anak-anak kecil berusia 3-5 tahun ikut menutup mata.

Dan seketika...

Buumm...Buuummm...

Tiba-tiba ledakan keras terjadi. Asap tebal menghitam membubung mengepung gereja. Atap genteng gereja berjatuhan. Tubuh-tubuh bergelimpangan. Daging-daging berserakan. Jerit dan teriakan kesakitan terdengar melolong minta tolong. Suasana panik terjadi.

Gereja itu banjir darah. Minggu pagi di hari Paskah merayakan kebangkitan Yesus Kristus, darah kembali tercurah deras. Darah puluhan anak-anak tak berdosa itu membanjiri lantai gereja. Mereka mati di rumah Tuhan. Mati karena nama Tuhan juga. Tuhan yang sama. Tuhan yang menciptakan manusia.

Zahran Hasyim dan Abu Mohammed dua pria teroris itu juga mati. Tubuhnya hancur berkeping-keping dan mati bersama 300 orang yang sedang berdoa kepada Sang Pencipta Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Yang Rahman dan Yang Rahim.

Selamat jalan saudara seimanku umat Kristiani Srilanka ..Beristirahatlah dengan damai bersama Bapa di Surga. (FB-Birgaldo Sinaga)








Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar