Berita Terkini

10/recent/ticker-posts

Rayakan Imlek 2537 Khongzili 2022, Memanjatkan Doa Syukur Ditengah Pandemi Covid-19

Suasana sembahyang di Kelenteng Siau San Teng yang terletak di Rt 10 Sungai Asem, Kampung Manggis, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Selasa (1/2/2022). (Foto: Jambipos/Asenk Lee Saragih)

Jambi, MH-Hujan rintik-rintik sejak subuh hingga pagi hari, tak membuat kendala bagi etnis Tionghoa di Kota Jambi melakukan sembahyang syukur dalam menyambut Perayaan Tahun Baru Tionghoa (China), Imlek 2573 Khongzili yang jatuh pada, Selasa (1/2/2022).

Ribuan warga etnis Tionghoa di Jambi, baik yang menganut agama Konghucu, Protestan, Katholik dan Budha menyambut  Imlek 2537 Khongzili 2022 dengan ibadah syukur. Momen Imlek 2537 Khongzili 2022 ini dibungkus dalam Budaya Tionghoa tanpa memandang suku dan agama warga Tionghoa. 

Suasana ibadah Khusuk tampak di Kelenteng, Gereja dan Vihara. Merayakan Imlek 2537 Khongzili 2022  yang juga sebagai Shio dimulainya Shio Macan Air 2022.

Suasana Kelenteng Siau San Teng yang terletak di Rt 10 Sungai Asem, Kampung Manggis, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Selasa (1/2/2022) kembali beraktivitas setelah dimasa pandemic Covid-19 (2020 dan Tahun 2021) vakum dari ibadah sembahyang Imlek. Antusias umat Konghucu sembahyang Imlek 2537 Khongzili 2022 begitu tinggi. 

Pengamatan Jambipos menunjukkan, Selasa pagi umat Konghucu melakukan ibadah syukur Imlek. Umat Konghucu di Jambi datang silih berganti untuk melakukan sembahyang Dewa Bumi sebagai ucapan syukur menyambut Imlek 2537 Khongzili 2022. Bahkan petugas Kelenteng Siau San Teng juga harus bekerja ekstra karena membludakya umat yang bersembahyang.

Namun penurunan jemaat yang sembahyang di Kelenteng Siau San Teng, akibat sudah banyak Kelenteng di Jambi yang dekat dengan domisili tempat tinggal di Jambi. Kata Asiong, Kelenteng di Jambi setidaknya ada 22 Kelenteng. “Jadi sembahyang  Imlek tak lagi bertumpu di Kelenteng Siau San Teng ini,” katanya.

Sembahyang  Perayaan  Imlek 2537 Khongzili 2022 tak hanya dilakukan umat Konghucu dan Budha di Klenteng dan Vihara. Namun Umat Kristiani etnis Tionghoa di Kota Jambi juga menghadiri ibadah atau sembahyang perayaan Imlek di gereja, Selasa (1/2/2022).

Pantauan di Gereja Katolik Santa Theresia dan gereja Kristen Protestan Jambi (GKPJ), Kecamatan Pasar, Kota Jambi, Selasa (1/2/2022) pagi, ratusan umat Kristen dari keturunan Tionghoa mengikuti ibadah perayaan Imlek dengan khidmat. Ibadah perayaan Imlek di Gereja Santa Theresia Jambi berbentuk ibadah inkulturasi tampak meriah.

Sebagian besar warga jemaat yang mengikuti ibadah inkulturasi di Gereja Katolok Santa Theresia warga keturunan Tionghoa. Namun warga Katolik non-Tionghoa juga cukup banyak mengikuti ibadah Imlek di gereja itu.

Pada ibadah inkulturasi perayaan Imlek di Gereja Santa Theresia Kota Jambi, nyanyian menggunakan bahasa Tionghoa. Kemudian para pelayan gereja yang membantu pelaksanaan ibadah juga menggunakan pakaian tradisional Tionghoa.

Ketua Paroki Santa Theresia Kota Jambi, Romo Pius Pujowiyanto yang memimpin ibadah tersebut mengatakan, pihaknya merayakan Imlek dalam bentuk ibadah inkulturasi karena sebagian besar warga gereja Santa Theresia Jambi berasal dari warga keturunan Tionghoa.

“Melalui ibadah perayaan Imlek berbentuk ibadah inkulturasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa gereja Katolik juga peduli pada pelestarian seni budaya Tionghoa. Selain itu ibadah perayaan Imlek juga kami lakukan untuk mengajak seluruh warga Katolik Jambi dari berbagai etnis untuk tetap bersekutu untuk mengucap syukur atas berkat Tuhan Allah,”katanya.

Sementara itu dalam khotbahnya, Romo Pius Pujowiyanto mengatakan, tahun baru Imlek perlu disyukuri karena tahun baru tersebut merupakan suatu berkat Allah untuk warga Tionghoa. Warga Katolik dari keturunan Tionghoa diharapkan bersyukur karena hanya berkat Allah mereka bisa menjalani hidup yang baik dari tahun yang lama ke tahun yang baru.

Sementara pantauan di Vihara Amrta, Puncak, Jelutung, Kota Jambi, Selasa pagi (1/2/2022), warga Tionghoa penganut Buddha banyak melakukan sembahyang leluhur di vihara tersebut. Mereka membakar kemenyan di altar vihara memohon doa keselamatan. Selain itu warga Tionghoa di vihara tersebut juga menyiapkan persembahan buah-buahan dan makanan di lokasi altar vihara. 

“Kami tetap menerapkan prokes, khususnya menjaga jarak, mencuci tangand engan air di air mengalir dan memakai masker selama prosesi kebaktian perayaan Imlek di vihara ini. Selain itu sebagian besar umat yang mengikuti kebaktian sudah divaksinasi dosis kedua dan bahkan sudah banyak divaksinasi dosis ketiga (booster),”kata seorang pengurus Vihara Amrta.

Disebutkan, seluruh umat Buddha yang tergabung dalam naungan Vihara Amrta Kota Jambi mengharapkan panemi Covid-19 segera berlalu guna memulihkan kehidupan ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, termasuk di Kota Jambi. Untuk itu, seluruh umat Buddha di Jambi juga diharapkan tetap mematuhi prokes dan mengikuti vaksinasi. 


Shio Macan Air

Berdasarkan informasi yang dihimpun,  Tahun Baru China atau Hari Raya Imlek 2573 Khongzili yang jatuh pada Selasa (1/2/2022) merupakan awal dimulainya Shio Macan Air 2022. 

Menurut seorang Pakar Feng Shui, Yulius Fang, pada tahun Shio Macan Air 2022 diperkirakan akan terjadi kebangkitan. Kebangkitan itu terwujud menyusul adanya kejenuhan dan kelelahan warga masyarakat menghadapi pandemi Covid-19. Di tengah suasana yang tertekan, warga masyarakat akan berusaha bangkit kembali. 

Menurut Yulius, Shio Macan termasuk salah satu shio yang mengalami ciong atau ketidakberuntungan seperti shio monyet, ular dan babi. Namun demikian di tengah Shio Macan Air ada bintang kebaikan. Shio Macan Air akan diwarnai kedatangan bintang akademik bagi mereka bershio macan. 

"Anak-anak berpeliang meraih keberuntungan naik prestasi atau ranking belajar. Pemilik Shio Macan yang sudah bekerja juga memiliki peluang keberuntungan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,”katanya.

Libur Nasional

Hari Raya Imlek 2022 ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri: Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 963, 3, dan 4 Tahun 2021. 

Seperti diberitakan Kompas.Com, Imlek sudah dirayakan sejak 3.500 tahun lalu. Sebagian meyakini Imlek berasal dari Dinasti Shang (1600–1046 SM). Imlek berawal ketika orang-orang mengadakan upacara pengorbanan sebagai wujud hormat kepada Tuhan dan leluhur. 

Ritual tersebut dilakukan di awal atau akhir tahun. Kemudian di masa Dinasti Zhou, Imlek diadakan tidak sekadar bentuk penghormatan pada Tuhan dan leluhur, tapi juga sebagai momentum ucapan syukur atas panen yang melimpah. Selain itu, mitos juga mengiringi kemunculan perayaan Imlek. 

Mengutip Chinese New Year, Imlek ternyatajuga memiliki legenda tersendiri. Legenda tersebut mengisahkan bahwa setiap malam tahun baru akan datang monster bernama Nian. Kebanyakan orang akan bersembunyi masuk ke dalam rumah. Tetapi, seorang anak berani keluar untuk menghadapinya dengan membunyikan petasan. Keesokan harinya, orang-orang merayakan keselamatan hidup mereka dengan menyalakan lebih banyak petasan. (Asenk Lee Saragih)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar