Home » , » Banjir Bandang dan Longsor di Madina, 11 Meninggal, Puluhan Rumah Hancur

Banjir Bandang dan Longsor di Madina, 11 Meninggal, Puluhan Rumah Hancur

Written By MAJALAH HOLONG ONLINE on Senin, 15 Oktober 2018 | Oktober 15, 2018

BPBD Tapsel Tambah Personel ke Daerah Bencana
 
TERTIMBUN: Masyarakat bekerjasama dengan Tim SAR dan TNI Polri saat mencari anak pelajar madrasah yang tertimbun Longsor di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut, Madina, Jumat (12/10/2018).
Panyabungan, MH-Curah hujan yang sangat tinggi dua hari kemarin menyebabkan banjir dan longsor di beberapa wilayah di Kabupaten Mandailing Natal, Jumat dan Sabtu (12-13/10/2018).

Banjir yang paling parah terjadi di wilayah Pantai Barat Madina meliputi Kecamatan Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Natal dan Batahan.

Wilayah Pantai Barat sempat terisolasi karena jalan menuju wilayah tersebut tertimbun longsor  di beberapa titik.

Sejauh ini rumah yang rusak akibat terjangan banjir belum bisa didata secara pasti namun menurut beberapa sumber puluhan rumah hanyut dan rusak.
Kepala BPBD Madina M Yasir Nasution ketika dihubungi SIB, Sabtu (13/10), belum bisa memberikan keterangan pasti jumlah rumah yang rusak karena pihaknya masih fokus untuk mengevakuasi korban longsor di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut.

Sementara di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut, 29 pelajar Madrasah dikabarkan hilang karena tertimbun longsor saat sedang melakukan proses belajar mengajar di Madrasah.

Dari 29 pelajar Madrasah yang dikabarkan terbawa arus banjir bandang, Jumat malam (12/10/2018), 11 pelajar sudah ditemukan tim SAR dibantu TNI dan Polri serta masyarakat dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Mereka ditemukan tertimbun lumpur dan kayu serta bebatuan yang terbawa arus banjir. Sementara 17 orang dari informasi yang diperoleh dari warga setempat Sabtu pagi, selamat dan telah mendapat perawatan di Puskesmas terdekat karena mengalami luka, dan 1 orang lagi masih dalam proses pencarian.

Informasi yang diperoleh, para pelajar yang terbawa arus banjir hendak pulang ke rumah setelah selesai sekolah Madrasah, tiba-tiba air bah dari Sungai Aek Saladi menghantam para pelajar yang sedang berjalan kaki tersebut.

Sabtu pagi (13/10), Tim SAR dibantu TNI dan Polri serta relawan melanjutkan pencarian korban dibantu alat berat otoritas setempat, namun banyaknya material batu dan lumpur menjadi kendala pencarian korban yang masih hilang.

Selain mengakibatkan korban nyawa, dari data Kepala Desa Muara Saladi Saparuddin, ada 12 rumah warga terbawa arus banjir bandang, 9 rumah rusak berat, puluhan rumah lainnya mengalami rusak ringan dan sejumlah fasilitas umum seperti Polindes, madrasah, masjid, gedung SD dan gedung PKK rusak akibat hantaman banjir bandang. Saat ini warga mulai membersihkan sisa material banjir bandang yang masuk ke pemukiman warga.

Jasad ke 11 pelajar yang ditemukan terbawa arus banjir sudah disemayamkan di satu tempat desa tersebut. 11 Korban yang ditemukan meninggal dunia ini dimakamkan bersama di pemakaman desa dan pelepasan jenazah dipimpin Kapolres Mandailing Natal AKBP Irsan Sinuhaji.

Bupati Mandailing Natal Drs Dahlan Hasan Nasution yang sejak Jumat malam sudah berada di lokasi, terus memimpin proses pencarian korban dan proses pembersihan material banjir dari pemukiman penduduk.

Kesebelas korban meninggal akibat banjir bandang adalah Isroil (9), Hapsoh (9), Alfi Sanri (9), Masitoh (9), Dahleni (10), Tiara (10), Isnan (10), Ahidan (10), Riyansyah Putra (10), Sohifan (11), Aisah (12), dan yang belum ditemukan yakni Mutiah.

Korban selamat 17 orang yakni Adawiyah (9), Nabila (9), Putri (9), Khoirunnisa (10), Anna Sofa (10), Mujibur Rohman (10), Jufriadi (10), Risdah (11), Haddin (11), Raihansyah (11), Solehuddin (11), Jibril Soikani (11), Sulton (11), Sobbiah (12), Lusiana (12), Abel (12) dan Tasya Amelia.

Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca masih hujan, yang memungkinkan akan terjadinya longsor dan banjir susulan.

Tambah Personil
 
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  menurunkan sebanyak 25 personil Satgas Penanggulangan Bencana (PB) ke lokasi desa yang terkena banjir dan longsor di wilayah Tapanuli Selatan.

"Saat ini sudah 50 personil Satgas yang kita turunkan ke lokasi yang terkena banjir dan longsor. Kali ini kita fokus pada Rianiate dan Sibara-bara karena daerah itu rawan banjir," ujar Kepala BPBD Tapsel Ilham Suhardi melalui Sekretaris Umar Halomoan Daulay saat memberangkatkan 25 personil Satgas dari halaman eks kantor Bupati Tapsel di Padangsidimpuan, Sabtu (13/10).

Dikatakannya, saat ini curah hujan masih tinggi sehingga petugas mesti siap dan tetap berjaga-jaga. Satgas yang diterjunkan akan mendirikan posko pengungsian bagi warga masyarakat yang rumahnya tergenang banjir atau rusak seperti di Kelurahan Raniate, Tapsel, ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sebelum diberangkatkan, para Satgas ini diberikan pengarahan untuk selalu ikhlas dalam menjalankan tugas disamping tetap mengikuti prosedur. "Kita berikan mereka pemahaman tugas apa saja yang dilakukan di lapangan," ujar Umar Halomoan.

Idham Kholid yang menjadi komandan regu dari Satgas ini juga memberikan arahan terkait tugas yang akan diemban di lapangan nantinya. Semua harus siap dan ikhlas dalam menjalankan tugas, ujar Idham.(*)

Sumber: SIB
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Majalah Holong | | Copyright © 2018. Majalah Holong -Media Komunitas Majalah Holong