Home » , » Sihar Sitorus Minta Budaya "Raja Parboru" Sebagai "Parhobas" Diterapkan Sambut Wisatawan Di Danau Toba

Sihar Sitorus Minta Budaya "Raja Parboru" Sebagai "Parhobas" Diterapkan Sambut Wisatawan Di Danau Toba

Written By MAJALAH HOLONG ONLINE on Rabu, 08 Januari 2020 | Januari 08, 2020

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Sihar PH Sitorus. (istimewa).
Medan, MH - Menyongsong pembangunan wilayah Danau Toba sebagai kawasan pariwisata prioritas di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Sihar PH Sitorus, mengajak masyarakat menerapkan budaya Raja Parboru dalam melayani wisatawan asing. 

Saat berbicara pada talkshow di Radio Suara Hati di Kabupaten Toba Samosir, Selasa (7/1/2020) ajakan tersebut disampaikannya.

Kata Sihar, memahami dengan baik tata cara melayani wisatawan (tamu) harus dimulai dari diri sendiri. Kenali jati diri dan pahami cara menerima tamu sesuai dengan istilah raja parboru. Tradisi ini menurutnua harus diterjemahkan ke dalam bahasa turis.

"Kita harus menerjemahkan tradisi kita itu ke dalam bahasa turis. Sebagai anak raja kita kan ada anak raja ni hula-hula dan raja ni parboru yang punya tugas sebagai parhobas. Parhobas ini kan tugasnya melayani," terangnya pada penjelasan tertulis yang diterima medanbisnisdaily.com.

Menurut Sihar yang juga anggota Komisi XI, melayani bukan berarti menurunkan derajat masyarakat, malah meningkatkan. Justru dengan ketulusan melayani derajat kita meningkat.

Tak cuma bermodalkan keindahan alam Danau Toba yang dilengkapi budaya dan rohani, usaha kreatif juga dapat mendongkrak kekayaan pariwisatanya. Kekayaan budaya di kawasan Danau Toba perlu diangkat, lagu-lagu dan tari-tariannya, semua itu akan meningkatkan daya tarik.

Dari sisi sanitasi wilayah Danau Toba Sihar juga berharap dilakukan pembenahan. "Pengolahan sampah dan limbah, kebersihan Danau Toba, toilet dan lainnya juga merupakan penunjang yang penting," tuturnya. (Medanbisnisdaily.com).
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Majalah Holong | | Copyright © 2018. Majalah Holong -Media Komunitas Majalah Holong